Aktivitas jurnalistik tidak mungkin dilepaskan dari peran jurnalis. Jurnalis memiliki sebutan lain, seperti: wartawan, pemburu berita, pewarta, reporter, newsgetter, press man, kuli tinta, atau nyamuk pers. Hakikatnya, jurnalis adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin
Jurnalis dapat dikatakan sebagai orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita. Tentu, targetnya adalah berita yang ditulis jurnalis dapat dipublikasikan di media massa; baik media cetak, media elektronik maupun media online.
Menurut Zainal Abidin yang disapa bang Zain sekaligus Pimpinan Redaksi TNC Group mengatakan Jurnalis adalah salah satu profesi yang berperan penting dalam kehidupan ini. Tanpa jurnalis, masyarakat tidak akan mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Keberadaan jurnalis akan membantu masyarakat melihat kebenaran yang ada di depan mata dan mengajak masyarakat untuk bersikap kritis terhadap keadaan yang sedang terjadi.”Ucap Bang Zain “
Pada dasarnya, jurnalistik bukanlah pers atau media massa. Jurnalistik merupakan bentuk kegiatan yang mendorong pers atau media massa untuk bekerja dan eksistensinya diakui dengan baik.
Seperti yang tertulis dalam Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers bahwa etika jurnalistik menekankan empat hal utama yakni keakuratan, keberimbangan, tidak beritikad buruk dan menghormati privasi. Dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 menegaskan bahwa kebebasan pers tidak lepas dari tanggung jawan soial. Ini berarti bahwa seorang jurnalis harus mampu menimbang dampak dari setiap kata yang ia tulis sebagai informasi yang akan di terima oleh masyarakat melalui media massa. Apakah tulisannya mencerahkan publik? Atau malah menggiring opini dan stigma negatif? Atau justru memicu kebencian dan disinformasi?
Namun, perjalanan menuju profesi ini tidak selalu mudah. Seorang jurnalis sering kali harus melewati berbagai tantangan, baik yang bersifat teknis maupun emosional. Mereka harus siap untuk menghadapi tekanan dari pihak yang tidak senang dengan pemberitaan mereka, atau menghadapi situasi berbahaya ketika meliput peristiwa yang penuh risiko.
Misalnya, jurnalis yang melaporkan situasi perang atau bencana alam sering kali harus menghadapi ancaman terhadap keselamatan mereka. Tidak jarang mereka harus bekerja dalam kondisi yang tidak ideal—di tengah teriknya matahari, hujan deras, atau bahkan di daerah yang rawan konflik.

0 Komentar